LUWU — Bupati Luwu, H. Patahudding, mengerahkan bantuan mesin pompa air untuk mengatasi kekeringan yang melanda 3.025,63 hektare lahan persawahan. Langkah darurat ini diambil menyusul penetapan status siaga bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan melalui SK Bupati Nomor 396/VIII/2026 sejak 6 Agustus 2026.
Saat meninjau persawahan di Desa Pasamai dan Desa Tallang Bulawang, Patahudding memerintahkan Dinas Pertanian untuk mempercepat penyaluran pompa. Air diambil dari Bendung Tomatoppe untuk mengaliri sawah warga di Desa Cakkiawo dan Kasiwiang.
“Cuaca elnino dimana terjadi kemarau ini menyebabkan lahan persawahan petani kekurangan air. Hal ini perlu kita antisipasi karena sawah-sawah ini menjadi sumber pendaptan utama masyrakat kita. Untuk itu saya meninjau langsung dan melalui Dinas Pertanian kita berupaya seoptimal mungkin membantu mengatasi kekeringan ini dengan memberikan bantuan pompa air,” ungkap Patahudding.
Plt Kepala Dinas Pertanian Luwu, Islamuddin, menjelaskan bahwa 18 unit pompa air telah dibagikan—terdiri dari 5 unit bantuan pemerintah pusat dan 13 unit dari Pemprov Sulsel. Selain itu, Bupati menginstruksikan pengadaan tambahan 20 unit pompa 3 inci dan 10 unit pompa 6 inci.
Kepala Bappelitbangda Luwu, Moh. Arsal Arsyad, menambahkan bahwa Pemkab Luwu turut mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD 2026 untuk mendukung pengadaan pompa air tersebut demi menjaga ketersediaan air di lahan pertanian warga.
















