
LUWU — Bupati Luwu melaksanakan salat tarawih berjamaah pada malam pertama Ramadan 1447 Hijriah di Masjidil Haram Luwu Belopa , Rabu (18/2/2026) malam. Kehadiran pejabat nomor satu di Kabupaten Luwu disambut dengan antusias oleh para jamaah yang memadati masjid untuk beribadah dan mendengarkan khotbah dari pemerintah daerah di awal bulan suci ini.
Suasana masjid tampak khidmat. Setelah salat Isya, para jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pegawai negeri sipil, hingga warga setempat, memenuhi deretan tempat salat. Malam pertama Ramadan menjadi momen kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

Dalam pidatonya, Bupati Luwu mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan Bulan Suci Ramadhan 1447 H/2026 M dengan meningkatkan ibadah dan memperkuat kepedulian sosial. Beliau berharap Ramadhan menjadi sarana introspeksi diri serta memperkuat persatuan di tengah dinamika sosial yang dihadapi kawasan ini.
“Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Kita harus memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kualitas iman dan memperbaiki hubungan sosial di masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyoroti tingginya angka kriminalitas di Kabupaten Luwu akhir-akhir ini. Beliau menyebutkan bahwa salah satu faktor pemicu peningkatan kriminalitas adalah praktik judi online yang merajalela dan menargetkan berbagai kelompok, termasuk generasi muda.
Menurutnya, dampak perjudian daring tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga memicu masalah sosial lainnya, seperti konflik keluarga hingga tindakan kriminal. Pemerintah daerah, katanya, terus berkoordinasi dengan penegak hukum untuk menekan praktik tersebut.
Selain itu, kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) juga mendapat perhatian serius. Bupati menekankan bahwa masalah kekerasan dalam rumah tangga bukan hanya masalah pribadi, tetapi juga masalah sosial yang berdampak luas pada ketahanan keluarga dan masa depan anak-anak.
“Kita tidak bisa menutup mata terhadap kasus kekerasan dalam rumah tangga. Ini adalah tanggung jawab bersama, dari keluarga, lingkungan, hingga pemerintah,” katanya.
Ia mendesak para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di malam hari. Menurutnya, pengawasan keluarga adalah kunci untuk mencegah anak-anak terjerumus ke dalam pergaulan negatif dan kegiatan ilegal.
Pemerintah Kabupaten Luwu, lanjutnya, telah mengeluarkan surat edaran mengenai penerapan jam malam bagi anak-anak sekolah sebagai tindakan pencegahan. Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi generasi muda dari pengaruh negatif, serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang lebih kondusif selama Ramadan.
Bupati berharap mendapat dukungan masyarakat dalam melaksanakan kebijakan tersebut. Ia menekankan bahwa keberhasilan menjaga ketertiban tidak hanya dapat dibebankan pada aparat pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif dari semua elemen masyarakat.
Malam pertama Ramadhan di Kabupaten Luwu juga menandai dimulainya rangkaian ibadah sekaligus memperkuat komitmen terhadap pembangunan daerah. Pemerintah berharap nilai-nilai spiritual yang tumbuh selama bulan suci ini dapat berjalan seiring dengan upaya membangun daerah yang aman, harmonis, dan sejahtera.



.jpeg)











