BELOPA — Pemerintah Kabupaten Luwu bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Luwu mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati Luwu, Belopa, Rabu (17/6/2026). Langkah ini dilakukan untuk menyediakan data ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Bupati Luwu, Patahudding, menegaskan bahwa hasil sensus ini akan menjadi landasan penting dalam menetapkan prioritas program, mulai dari penguatan UMKM hingga peningkatan investasi.
“Sensus Ekonomi 2026 memiliki arti yang sangat strategis bagi pemerintah daerah. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan yang berbasis bukti, terukur, dan berkelanjutan,” kata Patahudding.
Bupati juga mengajak seluruh perangkat daerah hingga tingkat desa untuk aktif bersosialisasi, serta meminta masyarakat memberikan informasi yang jujur dan benar kepada petugas demi menghasilkan data yang berkualitas.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Luwu, Andi Cakra Atmajaya, memberikan apresiasi kepada Bupati Luwu yang telah menjadi responden pertama Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan pada 15 Juni lalu.
Andi Cakra menjelaskan, pendataan lapangan ini menyasar keluarga dan pelaku usaha yang belum mengisi kuesioner online, dan akan berlangsung dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
“Di Kabupaten Luwu, sebanyak 368 petugas diterjunkan untuk melakukan pendataan dengan dilengkapi surat tugas, rompi petugas sensus, serta tanda pengenal yang memiliki QR Code,” jelasnya.
Kegiatan pencanangan ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, petugas sensus, serta pimpinan BUMN dan BUMD setempat.
















