BELOPA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu menggelar rapat koordinasi percepatan peningkatan kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) di ruang lounge Kantor Bupati Luwu, Rabu (22/4/2026). Langkah ini dipacu untuk memberikan jaring pengaman sosial yang merata bagi seluruh tenaga kerja daerah.
Saat memimpin rapat, Wakil Bupati Luwu, Muh. Dhevy Bijak Pawindu, menegaskan bahwa pencapaian jaminan menyeluruh (Universal Coverage) merupakan komitmen moral pemerintah untuk melindungi keselamatan dan kesejahteraan para pekerja.
”Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau BPJS, tetapi tanggung jawab bersama agar seluruh masyarakat dapat ter-cover,” tegas Dhevy Bijak.
Berdasarkan data terbaru, jumlah pekerja yang telah terlindungi di Luwu baru mencapai 75.665 orang (43,70%), sementara 97.483 orang (56,3%) lainnya belum ter-cover. Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Palopo, Haryanjas Pasang Kamase, menjelaskan pihaknya membidik target capaian hingga tahun 2029 yang mencakup sektor formal, informal, hingga kelompok miskin ekstrem.
Guna mengejar target tersebut, Pj. Sekretaris Daerah Luwu, Muhammad Rudi, menyatakan pemda akan mengoptimalkan kolaborasi lintas sektor. Langkah konkret yang disiapkan meliputi pemanfaatan pos APBD, Dana Desa, serta penyaluran dana CSR perusahaan yang difokuskan untuk membiayai iuran pekerja rentan pada kategori desil 1 hingga desil 3.
















